Selasa, 01 Oktober 2013


GANGGUAN TIDUR PADA ANAK USIA BAWAH TIGA TAHUN

DI LIMA KOTA  DI INDONESIA

 

Oleh : Jaya Sukma Kastama

 


Latar Belakang
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar untuk tumbuh kembang optimal bagi seorang anak. Pola tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu factor internal pada diri anak dan faktor lingkungan fisik. Gangguan tidur dapat menyebabkan masalah perilaku, emosi, menyebabkan mengantuk pada siang hari, dan dapat mempengaruhi konsentrasi  belajar serta daya ingat anak.
Tujuan
Mengetahui prevalensi gangguan tidur pada anak usia bawah tiga tahun menggunakan kuesioner BISQ serta hubungan antara faktor sosiodemografi dengan gangguan tidur.
Metoda
Penelitian ini dilakukan terhadap 385 anak usia bawah 3 tahun di 5 kota di Indonesia. Sejak Januari-Juni 2005. Sampel diperoleh secara  consecutive sampling. Merupakan studi analitik seksi silang, menggunakan metode wawancara terpimpin dengan kuesioner yang telah diuji coba dan formulir Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). Definisi gangguan tidur bila ditemukan satu atau lebih kondisi seperti lama tidur malam kurang dari 9 jam, terbangun pada malam hari lebih dari 3 kali dan lama terbangun pada malam hari lebih dari 1 jam. Data diolah dan dianalisis dengan program SPSS 11, uji  Chi-Square,  Fishers Exact test  dan Mann-Whitney U. Hubungan bermakna secara statistik bila ditemukan nilai  p < 0.005.
Hasil
Prevalensi gangguan tidur ditemukan pada 44,2% dari 385 subyek terdiri dari 198 anak laki-laki dan 187 anak perempuan. Rata-rata usia anak 12 bulan. Tingkat pendidikan orangtua sebagian besar tingkat pendidikan sedang, dengan 66,5% masuk dalam katagori tingkat pendapatan rendah. Sebagian besar anak (43,1%) tidur pada posisi telentang, tidur bersama orangtua di tempat tidur yang sama (bed sharing ) ditemukan pada 73,5% dan  co-sleeping ditemukan pada 18,7%. Dalam cara menidurkan anak 56,1% tertidur ketika disusui, dan dari uji statistik didapatkan hubungan bermakna antara tertidur ketika disusui dengan gangguan tidur. Ditemukan pula hubungan bermakna  antara jumlah waktu tidur siang dan waktu mulai tidur malam dengan gangguan tidur. Sedangkan faktor sosiodemografi tidak berhubungan bermakna dengan gangguan tidur.  Meskipun demikian 42,3% orangtua beranggapan bahwa gangguan tidur pada anak bukan merupakan suatu masalah.
Kesimpulan
Prevalensi gangguan tidur pada anak bawah 3 tahun ditemukan pada 44,2% kasus yang diteliti dengan rata-rata usia anak 12 bulan. Ditemukan hubungan bermakna secara statistik antara tertidur ketika disusui dan jumlah waktu tidur siang serta waktu mulai tidur malam dengan gangguan tidur. Tidak ditemukan hubungan bermakna secara statistik antara faktor sosiodemografi dan gangguan tidur. Perangkat BISQ dapat merupakan salah satu alat untuk skrining gangguan tidur pada anak. Prevalensi gangguan tidur yang tinggi dan perhatian orangtua yang kurang terhadap masalah ini, perlu dilakukan penyebaran informasi dan penyuluhan kepada orang tua tentang manfaat tidur dan dampak yang ditimbulkan dari gangguan tidur.

DAFTAR PUSTAKA
Goodlin-Jones BL, Burnham MM, Gaylor EE, Anders TF. Night waking, sleep-wakr organization, and self-soothing in the first year of life. Dev Behav Pediatr 2001; 22:226-33.
Salzarulo P, Chevaliet A. Sleep problems in children and their relationship with early distuebances of the wak-ing-sleeping rhythms. Sleep 1983; 6:47-51.
Gaylor EE, Goodlin-Jones BL, Anders TF. Classifica-tion of yaoung children’s sleep problems: A pilot study. J Am Acad Child Adolesc Psy 2001; 40:61-7.
Ramchandani P, Wiggs L, webb V, Stores G. Asystem-atic review of treatment for settling problems and night waking in young children. British Medical Journal 2000; 320:209-13.
Mindell JA. Empirically supported treatments in pedi-atric psychology: Bedtime refusal and night wakings in young children. J Pediatr Psychol 1999; 24:465-81
Glaze DG, Rosen CL, Owens JA. Toward a practical definition of pediatric insomnia. Current Therapeutic Research 2002; 63(suppl B):B4-17.
Pollock JL. Night waking at five years of age: Predictors and prognosis. Journal of Child Psychology and Child Psychiatry and allied Disciplines 1994: 35:699-708 193 Sari Pediatri, Vol. 7, No. 4, Maret 2006
Canadian Pediatric Society. Creating a safe environment for your baby. 2004 November. Didapat dari: URL:http://www.caringfor kids.cps.ca/babies/safesleep.htm
Owens JA. Sleep disorders. In Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB. Nelson Textbook of Pediatrics 17th ed. United States of America: Saunders; 2004:75-8.
Thiedke CC. Sleep disorders and sleep problems in child-hood. American Family Physician 2001 January. Didapat dari: URL: http://www.aafp.org/afp/200010115/277.html
Harris JC. Sleep disorders. In Oski’s Pediatrics: Prin-ciples and Practice 3rd ed. United States of America: JB Lippincott Company 1999:822-7
Mindell JA, Owens JA. A Clinical Guide to Pediatrics Sleep : Diagnosis and management of sleep problems. United  States of America: JB Lipincott Company 2003. h. 22-41
Sadeh A. A Brief screening questionnaires for infant sleep problems: validations and findings for an internet sample. Pediatrics 2004; 113:570-6.
Ghazali MV, Sastromihardjo S, Soedjarwo SR, Soelaryo T, Pramulyo H. Studi cross-sectional. Dalam: Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar metodologi penelitian klinik. Edisi ke-2. Jakarta: CV Sagung seto, 2002; 97-108.
Tandradynata J, Mayasari KP, hapsari L, Ilmiawam L. Gangguan tidur dan faktor-faktor yang berhubungan pada anak usia bawah tiga tahun di wilayah binaan Yayasan Kampung KIDS November 2004. Laporan penelitian Kedokteran Komunitas terapan II. Jakarta, Fakultas Kedokteran UI, 2005.
Liu X, Liu L, Owens JA, Kaplan DL. Sleep patterns and sleep problems among schoolchildren in the United States and China. Pediatrics 2005; 115:241-9.
Jenni OG, Fuhrer HZ, Iglowstein I, Molinari L, Largo RH. A longitudinal study of bed sharing and sleep prob-lems among Swiss children in the first 10 years of life. Pediatrics 2005; 115:233-40.

0 komentar:

Posting Komentar

Hak Cipta Dilindungi UUD RI 2013. Diberdayakan oleh Blogger.